|
Digilib.uinsu.ac.id
Digital
Library Universitas Islam Negeri Sumatera Utara merupakan suatu layanan digital
library yang di khususkan untuk komunitas civitas akaemik di Universitas Islam
Negeri Sumatera Utara. Layanan digital tersebut di peruntukkan untuk Mahasiswa
dan Dosen dalam melakukan eksplorasi koleksi buku dan koleksi lain di
perpustakaan kampus. Dengan adanya Digilib Uinsu ini menunjukkan upanya untuk
memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengejar
bagi para Mahasiswa dan juga Dosen.
Digilib
Uinsu menggunakan Web 2.0 karena digilib uinsu memungkinkan pengguna/user dapat
melihat konten website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang
bersangkutan. Digilib Unisu juga sangat mudah untuk digunakan dan dapat diadopsi oleh user/pengguna.
Ciri-ciri
dari Web 2.0 antara lain :
1. The
Web as Platform
Aplikasi Web 2.0 menggunakan Web (atau
Internet) sebagai platformnya. Apa yang dimaksud dengan platform ? Platform di
sini adalah tempat suatu aplikasi dijalankan. Contoh platform yang terkenal
adalah Windows, di mana ada aplikasi-aplikasi seperti Microsoft Office dan
Adobe Photoshop. Menggunakan Internet sebagai platform bererti
aplikasi-aplikasi tersebut dijalankan langsung di atas Internet dan bukan di
atas satu sistem operasi tertentu. Contohnya adalah Google yang boleh diakses
dari sistem operasi mana pun. Contoh lainnya adalah Flickr yang juga bisa
diakses dari sistem operasi mana pun. Kelebihannya jelas, aplikasi-aplikasi Web
2.0 ini tidak lagi dibatasi sistem operasi seperti pada Windows. Dan kita
bahkan tidak perlu menginstall apapun untuk menggunakan aplikasi-aplikasi ini.
2. Harnessing
Collective Intelligence
Aplikasi Web 2.0 memiliki sifat yang
unik, iaitu memanfaatkan kepandaian dari banyak orang secara kolektif. Sebagai
hasilnya muncullah basic pengetahuan yang sangat besar hasil gabungan dari
pengetahuan banyak orang. Contoh yang jelas adalah Wikipedia. Wikipedia adalah
ensiklopedia online yang memperbolehkan semua orang untuk membuat dan mengedit
artikel. Hasilnya adalah ensiklopedia online besar yang sangat lengkap
artikelnya, bahkan lebih lengkap daripada ensiklopedi komersial seperti Encarta
! Contoh lainnya lagi adalah del.icio.us di mana semua orang saling berbagi
link-link menarik yang mereka temukan. Akibatnya kita boleh menemukan
“permata-permata” di Web hasil gabungan browsing dari ribuan orang. Blogspot
juga merupakan contoh kepandaian kolektif kerana setiap orang boleh menulis
blog-nya sendiri lalu saling link satu sama lain untuk membentuk jaringan
pengetahuan, mirip seperti sel-sel otak yang saling berkait satu sama lain di
dalam otak kita.
3. Data
is the Next Intel Inside
Kekuatan aplikasi Web 2.0 terletak pada
data. Aplikasi-aplikasi Internet yang berhasil selalu didukung oleh basic data
yang kuat dan unik. Contohnya adalah Google, yang kekuatannya terletak pada
pengumpulan dan management data halaman-halaman Web di Internet. Contoh lainnya
lagi adalah Amazon yang memiliki data buku yang bukan hanya lengkap, tapi juga
sangat kaya dengan hal-hal seperti review, rating pengguna, link ke buku-buku
lain, dan sebagainya. Ini bererti perusahaan yang unggul adalah perusahaan yang
menguasai data.
4. Lightweight
Programming Models
Aplikasi Web 2.0 menggunakan
teknik-teknik programmer yang “ringan” seperti AJAX dan RSS. Ini memudahkan
orang lain untuk memakai ulang layanan suatu aplikasi Web 2.0 guna membentuk
layanan baru. Contohnya adalah Google Maps yang dengan mudah dapat digunakan
orang lain untuk membentuk layanan baru. Sebagai hasilnya muncullah
layanan-layanan seperti HousingMaps yang menggabungkan layanan Google Maps
dengan Craigslist. Layanan seperti ini, yang menggabungkan layanan dari
aplikasi-aplikasi lainnya, dikenal dengan istilah mashup.
5. Rich
User Experiences
Aplikasi Web 2.0 memiliki user interface
yang kaya meskipun berjalan di dalam browser. Teknologi seperti AJAX
memungkinkan aplikasi Internet memiliki waktu respons yang cepat dan user
interface yang intuitif mirip seperti aplikasi Windows yang di-install di
komputer kita. Contohnya adalah Gmail, aplikasi email dari Google yang memiliki
user interface revolusioner. Contoh lainnya lagi adalah Google Maps yang
meskipun berjalan dalam browser namun boleh memberikan respons yang cepat
ketika pengguna menjelajahi peta.
Sumber
|
Library science
Selasa, 06 November 2018
ANALISIS WEBSITE UINSU
Langganan:
Postingan (Atom)